MUNAJAT LENTERA CINTA
Senja ini Aku berdiri diatas pasir ditengah teriknya sang mentari ,
kerasakan tiupan angin sejuk yang seakan
membawaku terbang bersama kedamaian. Kicauan demi kicauan burung-burung
serta gambaran alam yang membentang dijagat raya yang begitu indah memuaskan
mata memandang. Demburan ombak yang
menepi ditepi pantai semakin membawa aku larut ke dalam alam mimpi yang saat
ini tak mungkin kugapai. kerentangkan kedua tanganku , perlahan mataku terpejam
dan larut dalam dekapan khayalan, “seandainya saja ada seorang teman yang bisa
menemani aku merasakan kedamaian,kesejukan dan keindahan tempat ini,pasti kesepian yang selama ini aku geluti tak kan terjadi, ya Allah tempat ini engkau
buat untuk umatmu yang merasakan keagunganmu ya Allah , aku sangat bahagia
seandainya ada seorang menemani ku saat ini ya Allah” gumamku dalam hati dengan
sebait doa yang mungkin alam semesta ini meng-amini doaku. .
Dalam keheningan suasana dalam khayalan
ini aku tersadar ketika alat
telekomunikasi yang berada dalam saku celana kiriku berdering, perlahan mata
ini kubuka lalu kulihat ada nomor baru
yang masuk.
“Hallow...
siapa nih ?”. Tanya ku
“hallo
juga Aris, coba tebak nih siapa ?
hehee.” katanya sambil bercanda
Suara
itu sepertinya pernah bersahabat dengan ku tapi siapa iya. Aku terdiam sejenak
dan menggali memori otak yang sudah lama
tak mendengar suara itu, iya..
“Hmmm...Ok...
kalau gak mau kasih tahu aku tutup nih telpon.” Ancamku sambil melirik kiri kanan, siapa tahu ada
teman yang ngerjain.
“Ok..
ini Ayi, teman SMA kamu dulu, masih ingat gak ?
“Ohhh...
Ayi yang jelek itu ya ? Haaahaa ,? tumben nelpon ?”
“Huuu..siapa
sih yang jelek, setahu aku, Ayi tuh orangnya cantik, imout dan manis,. kamu
lagi dipantai ya? . Boleh kesini bentar nggak ? Lagi sendirian aja nih”
“Ok
. tapi kamu dekat mana?” .
“Nih
dekat orang jual mainan anak-anak , dibelakang kamu.
“Heehheheheh
“ sambil lirik dia dan menutup telpon.
“Hei.....heii....
Ayi tambah jelek aja deh,” ejek ku sambil menampakkan senyum kangen .
Dia adalah teman sekelas ku dulu waktu
SMA di pariaman, selain cantik orangnya pun lucu dan kalau sudah duduk bersama dia semua masalah pasti teratasi. Aku pernah
bermasalah dengan guru akuntansi waktu diSMA karna ketika dia sedang ngajar aku
ketiduran dan tak tahu kenapa aku mimpi di kejar-kejar dengan harimau, tanpa
sadar aku berteriak sekuat tenaga dalam ruangan itu. Dan akhirnya aku
dikeluarkan dari kelas. Untungnya ada Ayi, dia yang menyelesaikan masalahku
dengan guru akuntansiku. Begitu juga dengan pacar—pacarku terdahulu alias
mantan kekasih, ketika dapat masalah dengan pacarku, hanya dia yang bisa
menyelesaikan masalahku.
“Hmmmm...ngomong-ngomong
ma siapa di sini”? pasti sama cowoknya iya”? tanya ku dan mencoba menebak.
“Weeekkkk.....
awalnya sih sama teman-teman kuliah ku, tapi semuanya udah kabur entah kemana,
maklum yang diajak Cuma orang pegunungan, gak pernah liat laut sih, yang diliat Cuma kebun dan perumahan sebagai
pemandangannya ,,heeehee “
“Heehhehhe....
Ayi masih yang seperti dulu, haahaa.... “
“Huuu...Gimana
kalau kita cari tempat untuk ngobrol sambil minum kelapa muda disana “ kataku sambil menunjuk kearah tepi
laut yang sudah ada payung ceper tempat untuk minum.
Dulu
dia memang sering mengajak aku kesitu kalau
dia mau curhat atau menyampaikan
keluhannya ketika dia mendapatkan masalah.
“Ntar
dulu ya aku mau pesan kelapa muda dulu”
“
OK, my friend” jawabnya sambil menyetujuinya dan melangkah ke arah yang biasa kami duduki dan
saling bercanda.
Tak
lama kemudian aku datang dan duduk disamping dia . Aku masih teringat setiap
hari sabtu sore kami dan teman-teman yang lain mengunjungi tempat ini, dan
ketika malam minggu kami bakar ban sambil menyanyi bersama pakai gitar,
kadang-kadang kami bakar ikan disini . Tapi sekarang suasananya sudah berbeda,
karna kita sudah lanjut usia.
“Wooooiiiiiii”
Ayi bersorak keras di depan telingaku membuat gendang selaput telinga ku
berdenging.
“Ahhww... “ teriak ku sambil mengulas-ngulas
telingaku.
“Pesanannya
udah datang nih”
“oh
iya.. makasih pak , sapa ku pada pelayannya.
“
Mikirin apa sih tadi ? kayak orang galau aja, Bagi-bagi donk,, eh, ngomong-ngomong kamu
masih pacaran dengan Desi ya ? Tanya
nya.
Desi itu adalah mantan aku sekaligus
teman akrabnya tapi dia dan aku waktu itu beda sekolah , aku di SMA 2 dan Desi
SMA 3 Kota pariaman.
“Aku
dan dia udah putus 1 tahun yang lalu yi ” jawabku sambil menundukkan kepala
kebawah.
“Hmmm...
maaf aku tak bermaksud mengenang masa lalumu, tapi aku hanya penasaran, kamu
dengan siapa disini”. Jawabnya dengan mengalihkan pertanyaan.
“
eh... iya,, gak apa-apa kok. Aku
sendirian aja disini, kangen nih ma tempat yang dulu kita ramaikan. ” Jawabku
sambil memandang kapal-kapal dilautan yang penuh dengan lampu, karna memang ini
sudah agak malam.”
“kalau kamu udah pacar?” tanya ku .
Belum
sempat dijawab, Hp yang berada digenggaman tangan kanannya berdering , dan dia
segera mengangkatnya , “ Hallo...yi kamu
lagi di mana ? kami lagi di depan mesjid, bisa kesini sebentar? Ajak temannya.
“Yaudah,ntar
lagi aku kesitu? “ jawabnya sambil menutup telpon.
“
Ris, mau ikut gak ke Masjid Nurul Huda disitu ada teman-teman aku, mana tahu ada yang mau sama
kamu, haaahaaa. “ ajak nya sambil bercanda.
“
Oke deh.. tapi jalan kaki aja ya? Jawabku sambil mengajak kebiasaan lama yaitu
jalan kaki.
“Siip
broo,,,
Tidak terasa sekarang sudah menunjukkan pukul 18:30 Wib sinar mentari
yang tadinya bercahaya sekarang sudah mulairedup berganti menjadi bulan,
sementara Gema suara azan di mesjid itu berkumandengan dengan sejuk di
pendengaran ku , tidak beberapa lama kami jalan kaki akhirnya kami sampai di Mesjid
Nurul Huda, di situ sudah berdiri teman-teman Ayi yang sudah lama menunggu.
“Yi...
kemana aja sih ? hmmm.... ini pacarnya ya? Tanya temannya sambil lirik wajah ku
yang agak lumayan ini.
“
Eh iya.. kenalin , nih teman SMA aku dulu. “
“
Hai... kenalin aku Aris“ sambil berjabat tangan dengan teman-teman Ayi.
“
Meri”
“Adit”
“Weni”
Yang
lain pada kemana ya ?” Kata Ayi
“Nyasar
kali yi. “ jawab adit seadanya.
Yi,
kamu punya pulsa gak ? Coba telpon donk , mana tahu masih hidup tuh orang,
heehhe, kata weni sambil menampakkan kegembiraan setelah mandi laut di pantai
gandoriah ini.
Pantai gandoriah ini memang terkenal di
sumatera barat karna pantai ini sudah dijadikan salah satu objek wisata di sumatra
barat, banyak pengunjung diberbagai kota mengunjungi tempat ini, selain laut dan
pantainya bersih masyarakatnya pun ramah tamah. Apalagi masyarakat pariaman ini
mengadakan tabuik ( sebuah tradisi
yang diperingatkan pada 1 muharrram) banyak
sekali pengunjung, bahkan orang luar negeri pun datang untuk menonton acara tabuik tersebut.
“
Nih , Telpon lah, “ jawab ayi sambil
menyodorkan handphone nya kepada adit.
“
halllow... Asril.. kamu lagi dimana ? “
“
Nih lagi beli pop ice dekat masjid nurul huda ma taupik”
“Dekat
mana sih? Kami lagi di depan mesjid nih , ntar kamu kesini ya ? Oh iya pesan
pop ice 5 lagi iya rasa coklat aja semuanya“ sambil tutup telpon.
“Gimana
sambil nunggu teman-teman yang lain ,kita shalat maghrib dulu ?” sahut Ayi
“Ayo...yuk”
Semuanya segera bergegas kemesjid untuk
melaksanakan perintah Allah Swt yaitu shalat maghrib, setelah selesai shalat
kami berkumpul lagi ditempat tadi.
Tak
lama kemudian asril dan taupik datang
dengan membawa pop ice yang sudah dipesan oleh weni.
“Pik
,, kenalin nih teman aku waktu SMA ,” kata Ayi
“Hai..”
sambil berjabat tangan dengan kedua teman baru.
“Dah
lama nih nunggu nya ? Kata asril
“Udah
tahunan kami nunggu sini, kirain kalian
berdua udah ditelan ombak.,” kata Weni sambil bercanda.
“Bukan
ditelan ombak sayang, tapi aku terperangkap dalam hatimu, sehingga lama
keluarnya,, abis nya sih dalam hatimu nyaman bangat.. heehee.” Balas Taupik
dengan gombalan yang membuat kami semuanya tertawa.
“haahaahaa”
semuanya tertawa.
Dalam senyuman dan canda tawa
teman-teman ayi aku jadi teringat waktu aku SMA dulu, aku dan teman-teman
sering sekali bercanda seperti ini. Bahkan teman-teman ku itu sudah aku anggap
seperti keluarga sendiri. Sebenarnya aku sangat iri sama ayi yang selalu ceria
dan dapat teman-teman yang lucu-lucu. Sementara aku sewaktu tamat SMA aku jalani
hidup dengan serius dan larut dalam kesepian. Seandainya dia jadi pacar aku ,
gimana ya? Wah pasti bahagia terus nih, gumamku dalam hati sambil memperhatiin
senyuman manis nya.
“Hmm..
abis ini kalian mau kemana? Kata ku sambil menetralisirkan keadaan.
“rancananya
sih mau mutar-mutar. Disini ada jalan
yang bersih dan mulus gak ris? Jwaab meri yang dari tadi dia ikut-ikutan ketawa
aja.
Kalau
disini jalannya gak ada yang mulus mer..
semuanya Cuma aspal doank kok.
“Heeehee”
pasti ada deh.”
“Mangnya
kamu tau jalan yang mulus disini mer,”tanya asril
“Aku
tahu kok, tuh jalan menuju hati si Aris” jawab meri dengan rayuan gombalnya.
“Ih..apa-apaan sih mer.. “ kata ayi sambil
megang kepala meri
“HaaHaa”.
Akhirnya semuanya tertawa lagi
“Gimana
kalau kita bakar ban di pantai itu, sambil nikmatin suasana yang cerah ini.
kata ayi
“Ok..deh..”
Aris
ma asril cariin ban dan bensin di bengkel situ ya? Tempat kita sering curi ban
dulu,, heehheh” . kata ayi.
“OK deh, tunggguin aja ya di tempat biasa.
“OK deh, tunggguin aja ya di tempat biasa.
“
oh, Ril tunggu bentar ya aku jemput motor dulu ya?
“Ok
bro,”
Dengan membawa motor mio ku yang
berwarna hijau ini kami pun cari ban di bengkel yang sudah dikasih tahu oleh ayi.
Sementara itu ayi dan teman-teman lain cari tempat duduk dan mengumpulkan
kayu-kayu sisa orang jualan untuk dibakar nantinya. Tak lama kemudian ban dan bensin sudah dibeli
dan kami pun balik kepantai itu.
“Ok
guys... “ sambil melempar ban didepan teman-teman.
Dikejauhan
aku melihat Ayi hanya termenung sendiri menanti demburan ombak yang sekan
menghantam wajah yang cantik itu. Perlahan langkah ini mendekati dia,
“Hei...
kayu bakarnya udah siap tuh sama ban
sekalian”
“iya...
Aris masih ingat gak ? dulu setiap malam minggu kita sering duduk-duduk
bercerita ” kata ayi sambil menundukkan kepalanya.
Mungkin
dia merasa sedih dan kangen bangat sama teman-teman sekelas ku, dan aku pun
merasa seperti itu.
“
aku selalu ingat tempat ini, di sini adalah memory yang penuh dengan kenangan
sama teman-teman kita “
“
Bukan itu maksud ku ris, “
“Lalu
maksud nya apa ?” sambil memegang bahu kanannya.
“
Eh... gak ada ris, mungkin itu udah lama sekarang udah beda”
“Ayi
ini kok linglung kayak gitu sih ? kayak orang kebingungan aja”
“Entahlah
ris, lupain aja deh” sahutnya sambil melangkah kearah teman-teman yang udah
mulai bakar ban.
Aku merasa ada yang beda sama
ayi, kenapa dia gak ceria lagi kayak tadi ya ? apa mungkin karna dia ada masalah
, kemudian dia pengen curhat sama aku tadi . atau mungkin ada yang diomongin yang
sangat penting sama aku tadi. Lalu aku kejar dia dan memanggilnya.
“Ayi....ayi...ayii....”
“Apa
ris ?”
“Tadi
tuh aku penasaran bangat, kamu ada masalah iya ? Ceritain donk ma aku biar
cepat selesainya”
Sambil
senyum dia menjawab “ Ris, lupain aja itu kata ayi, gak usah dibahas lagi deh,
sekarang kita lagi sama teman-teman gak enak loh kalau kita berdua disini
sementara yang lain disitu.”
“Oke
.. deh , tapi janji harus bilang nanti,”
“Ok..
“ sambiil merangkul bahu ku dan kami segera ke tempat teman-teman yang sedang
bakar ban tadi .
Malam ini sudah menunjukkan sudah pukul
20:00 wib , api yang sedari tadi menyala
itu membuat suasana sangat meriang dan bahagia dan senyum canda tawa terus teman-teman itu terobati juga setelah dua
tahun silam walaupun tidak se akrab teman lama, mungkin karna baru ketemu, jadi
saling jaga perasaan mungkin masih ada.
Dalam
hati berkata kepada Allah “ ya Allah sudah terlalu banyak engkau berikan nikmat
yang engkau berikan padaku, aku dangat bahagia ketemu sama Ayi dan juga teman
baru ku, Ya allah aku ingin selamanya seperti ini ya Allah,” gumam dalam hati
dengan sebait doa yang mungkin angin malam dan api yang menyala ini meng-amini
doa ku lagi pada malam ini , seperti sore tadi .
Sebuah kilauan kamera mengejutkanku
dalam lamunan yang sengaja memotret aku yang lagi melamun, didepan api unggun
itu kulihat Ayi menatap aku seakan penuh perhatian dan menampakkan senyuman
yang masih membekas diwajahnya karna candan teman-teman lain. Dalam hati aku
berkata lagi “ seandainya dia jadi milikku pasti aku bahagia deh , kalau aku
nyatakan cintaku sama dia gimana ya? Dinyatakan gak iya? Kalau dia tolak gimana?“ hatiku bertanya-tanya dengan tidak
pasti. Lalu aku dekati dia,
“lihat-lihat
apa sih dari tadi ? “
“Cuma
liat kapal-kapal doank”
Dalam
hati ku berkata lagi” kirain liat aku , eh ternyata bukan aku yang dilihat tapi
kapal-kapal yang ada dilaut yang diperhatiin dari tadi, udah ke-GR-an jadinya deh”,
Udah
jam berapa ris ?”
“Udah
jam 20;30 wib”
Mangnya
kenapa yi?
Aku
mau balik lagi ris kepadang,
Mangnya
malam ini juga iya baliknya ?
Iya,
lagian kan kita kan rame? Aris kepan kepadang?
Besok
aja, tapi boleh gak minta waktu ayi sebentar aja, ada yang mau aku omongin nih
ma kamu,
Hmm
gimana ya? Yaudah deh tapi jangan lama-lama ya?
Sipp..
yuk kita duduk disitu yuk? Sambil nunjuk kearah tepi pantai
Semuanya
kami kesitu dulu ya? Tunggu sebentar ada urusan bisnis dikit ,, heehhee “ kata
ayi dengan candaan nya .
“Mangnya
ada apa sih ris ? “
Entah
kenapa pertanyaannya itu rangkaian kata yang sudah terstruktur dalam benakku
abis ditelan oleh pertnyaannya, aku hanya bisa jawab dengan perlahan dan itupun
gugup,
“Ngg....ngg..gaak
ada yi.. cum..Cuma liat-liat kapal doank” jawabku
dengan terbata-bata
“Oh...indah
iya ? kalau nantinya aku punya suami , aku pengen ngajak suami ku untuk
memancing dilaut, kalau kamu gimana ris ? “
“
Aku juga pengen ngajak istriku ikut aku memancing ketika malam hari dan ketika
pagi hari kami menikmati sinar matahari dan sejuknya angin, bagi ku alam yang
cerah seperti itu adalaah kedamaian bagiku”.
“apa
kah itu akan kamu buktikan nantinya jika ada seseorang yang sangat cinta sama
kamu ?
“Insyallah
aku janji, “
“aku
percaya kok, soalnya kamu hampir gak pernah ingkar janji”
“Yi...
boleh aku katakan sesuatu sama kamu gak?
“
eh bodoh bangat nih si aris... iya ngomong aja lah selagi ada ayi disini, ntar
nyesal loh kalau aku dah pergi”
Hati
ku deg-degan jadinya antara diterima atau ditolak, “Ya tuhan tolong hambamu ini
ya Allah, hamba sangat mencintainya, lancarkanlah lidah ini untuk bicara,
kuatkanlah hati ini untuk menyentuh hatinya ya allah, “ doa ku dalam hati .
“Yi....
aku udah kenal kamu sewaktu SMA baik itu sifat, sikap, dan perbuatan . sekarang
aku kenal kamu masih sperti yang dulu, tapi ada sesuatu yang menyatakan bahwa
ada yang beda dalam diri ayi. “
“emanganya
apa tuh ?”
“a...aku...
oh.. gimana ya,,? Hmmm... gak ada yi ... kata ku penuh gugup dan keringat
diwajahku mulai bercucuran.
Ya
allah ya robbi.... kalau Cuma bilang gak ada kok mesti gugup gitu ? “ katanya
sambil memandang dengan penuh keheranan.
Aku
hanya diam dengan kepala tertunduk karna tidak danggup melihat matanya yang
meantang mataku. Rangkaian kata yang tadinya aku rangkum dalam pikiran kini hilang
lenyap ditelan oleh ketidakberanian.
“Ya
udah kalau gak mau ngasih tau, ntar aja ya ? aku mau balik lagi. Lagian
sekarang udah jam 21;35 nih waktunya untuk pulang, sambungnya lagi sambil
melangkah.
“
Ayi... aku bukan bermaksud lancang sama kamu, tapi aku hanya menyampaiakn aku
yang aku alami selama ini,
Yi,,,Tuhan
memberi Ilham kepada saya yaitu suatu Rasa yang sangat istimewa , sebenarnya
aku ingin memendam Rasa ini tapi Rasa yang dalam hati ini terus mendesak dan memaksaku
supaya bilang AKU CINTA KAMU SELAMANYA...!!”
Dalam
wajah yang tadinya ceria kini berubah jadi serius, dia hanya diam tanpa
komentar .
“Aku
yakin kamu pasti tidak terima perkataaan ku ini, tapi satu hal yang harus kamu
ketahui yaitu rasa ini bukan buatanku sendiri tapi Allah yang memberikan aku
cahaya untuk menyatakan dan menjalin
hubungan sebagaimana yang allah berikan cahaya itu”.
Sekarang
maukah kamu jadi pendamping hidupku dan ibu ddari anak-anakku nanti ?” tanya ku
dengan penuh harap.
“
aku heran dan kecewa bangat sama kamu ris”
Mendengar
perkataan ayi tadi jantung yang tadinya bunyi deg-degan sekarng berubah
booomm...boooom.. seperti ada nuklir yang meledak dalam hati ku. Ingin rasanya
aku tertidur pules dalam kamar mendengar perkataan ayi tadi. Setelah beberapa
detik kemudian dia pegang bahu ku sambil
menangis dan berkata ,
“
aku sangat benci sama kamu, kamu emang gak berperasaan ya..!!!” kenapa sih
waktu itu kamu lebih memilih Desi dari pada aku, ? kamu tahu gak sampai
sekarang aku masih menunggu sesorang yang sangat aku cintai yaitu kamu ris
“
Tanpa
pikir panjang aku langsung memeluk dia dengan erat dan diapun memelukku dengan
erat.
Selesai...