Kamis, 11 Desember 2014

munajat lentera cinta

MUNAJAT LENTERA CINTA
 
Senja ini Aku berdiri  diatas pasir ditengah teriknya sang mentari , kerasakan tiupan angin sejuk yang seakan  membawaku terbang bersama kedamaian. Kicauan demi kicauan burung-burung serta gambaran alam yang membentang dijagat raya yang begitu indah memuaskan mata memandang. Demburan  ombak yang menepi ditepi pantai semakin membawa aku larut ke dalam alam mimpi yang saat ini tak mungkin kugapai. kerentangkan kedua tanganku , perlahan mataku terpejam dan larut dalam dekapan khayalan, “seandainya saja ada seorang teman yang bisa menemani aku merasakan kedamaian,kesejukan dan keindahan tempat ini,pasti  kesepian yang selama ini aku geluti  tak kan terjadi, ya Allah tempat ini engkau buat untuk umatmu yang merasakan keagunganmu ya Allah , aku sangat bahagia seandainya ada seorang menemani ku saat ini ya Allah” gumamku dalam hati dengan sebait doa yang mungkin alam semesta ini meng-amini doaku. .  
Dalam keheningan suasana dalam khayalan ini  aku tersadar ketika alat telekomunikasi yang berada dalam saku celana kiriku berdering, perlahan mata ini kubuka  lalu kulihat ada nomor baru yang masuk.
“Hallow... siapa nih ?”. Tanya ku
“hallo juga Aris,  coba tebak nih siapa ? hehee.” katanya sambil bercanda
Suara itu sepertinya pernah bersahabat dengan ku tapi siapa iya. Aku terdiam sejenak dan menggali memori otak  yang sudah lama tak mendengar suara itu, iya..
“Hmmm...Ok... kalau gak mau kasih tahu aku tutup nih telpon.” Ancamku  sambil melirik kiri kanan, siapa tahu ada teman yang ngerjain.
“Ok.. ini Ayi, teman SMA kamu dulu, masih ingat gak ?
“Ohhh... Ayi yang jelek itu ya ? Haaahaa ,? tumben nelpon ?”
“Huuu..siapa sih yang jelek, setahu aku, Ayi tuh orangnya cantik, imout dan manis,. kamu lagi dipantai ya? . Boleh kesini bentar nggak ? Lagi sendirian aja nih”
“Ok . tapi kamu dekat mana?” .
“Nih dekat orang jual mainan anak-anak , dibelakang kamu.
“Heehheheheh “ sambil lirik dia dan menutup telpon.
“Hei.....heii.... Ayi tambah jelek aja deh,” ejek ku sambil menampakkan senyum kangen .
Dia adalah teman sekelas ku dulu waktu SMA di pariaman, selain cantik orangnya pun lucu  dan kalau sudah duduk bersama  dia  semua masalah pasti teratasi. Aku pernah bermasalah dengan guru akuntansi waktu diSMA karna ketika dia sedang ngajar aku ketiduran dan tak tahu kenapa aku mimpi di kejar-kejar dengan harimau, tanpa sadar aku berteriak sekuat tenaga dalam ruangan itu. Dan akhirnya aku dikeluarkan dari kelas. Untungnya ada Ayi, dia yang menyelesaikan masalahku dengan guru akuntansiku. Begitu juga dengan pacar—pacarku terdahulu alias mantan kekasih, ketika dapat masalah dengan pacarku, hanya dia yang bisa menyelesaikan masalahku.
“Hmmmm...ngomong-ngomong ma siapa di sini”? pasti sama cowoknya iya”? tanya ku dan mencoba menebak.
“Weeekkkk..... awalnya sih sama teman-teman kuliah ku, tapi semuanya udah kabur entah kemana, maklum yang diajak Cuma orang pegunungan, gak pernah liat laut sih,  yang diliat Cuma kebun dan perumahan sebagai pemandangannya ,,heeehee  
“Heehhehhe.... Ayi masih yang seperti dulu, haahaa....      
“Huuu...Gimana kalau kita cari tempat untuk ngobrol sambil minum kelapa muda  disana “ kataku sambil menunjuk kearah tepi laut yang sudah ada payung ceper tempat untuk minum.
Dulu dia memang sering mengajak aku kesitu  kalau  dia mau curhat atau menyampaikan keluhannya ketika dia mendapatkan masalah.
“Ntar dulu ya aku mau pesan kelapa muda dulu”
“ OK, my friend” jawabnya sambil menyetujuinya dan  melangkah ke arah yang biasa kami duduki dan saling bercanda.
Tak lama kemudian aku datang dan duduk disamping dia . Aku masih teringat setiap hari sabtu sore kami dan teman-teman yang lain mengunjungi tempat ini, dan ketika malam minggu kami bakar ban sambil menyanyi bersama pakai gitar, kadang-kadang kami bakar ikan disini . Tapi sekarang suasananya sudah berbeda, karna kita sudah lanjut usia.  
“Wooooiiiiiii” Ayi bersorak keras di depan telingaku membuat gendang selaput telinga ku berdenging.
 “Ahhww... “ teriak ku sambil mengulas-ngulas telingaku.
“Pesanannya udah datang nih”
“oh iya.. makasih pak , sapa ku pada pelayannya.
“ Mikirin apa sih tadi ? kayak orang galau aja,  Bagi-bagi donk,, eh, ngomong-ngomong kamu masih pacaran dengan Desi ya ?  Tanya nya.
Desi itu adalah mantan aku sekaligus teman akrabnya tapi dia dan aku waktu itu beda sekolah , aku di SMA 2 dan Desi SMA 3 Kota pariaman.
“Aku dan dia udah putus 1 tahun yang lalu yi ” jawabku sambil menundukkan kepala kebawah.
“Hmmm... maaf aku tak bermaksud mengenang masa lalumu, tapi aku hanya penasaran, kamu dengan siapa disini”. Jawabnya dengan mengalihkan pertanyaan.
“ eh...  iya,, gak apa-apa kok. Aku sendirian aja disini, kangen nih ma tempat yang dulu kita ramaikan. ” Jawabku sambil memandang kapal-kapal dilautan yang penuh dengan lampu, karna memang ini sudah agak malam.”
 “kalau kamu udah pacar?” tanya ku .
Belum sempat dijawab, Hp yang berada digenggaman tangan kanannya berdering , dan dia segera mengangkatnya , “ Hallo...yi  kamu lagi di mana ? kami lagi di depan mesjid, bisa kesini sebentar? Ajak temannya.
“Yaudah,ntar lagi aku kesitu? “ jawabnya sambil menutup telpon.
“ Ris, mau ikut gak ke Masjid Nurul Huda disitu ada  teman-teman aku, mana tahu ada yang mau sama kamu, haaahaaa. “ ajak nya sambil bercanda.
“ Oke deh.. tapi jalan kaki aja ya? Jawabku sambil mengajak kebiasaan lama yaitu jalan kaki.
“Siip broo,,,
Tidak terasa sekarang  sudah menunjukkan pukul 18:30 Wib sinar mentari yang tadinya bercahaya sekarang sudah mulairedup berganti menjadi bulan, sementara Gema suara azan di mesjid itu berkumandengan dengan sejuk di pendengaran ku , tidak beberapa lama kami jalan kaki akhirnya kami sampai di Mesjid Nurul Huda, di situ sudah berdiri teman-teman Ayi  yang sudah lama menunggu.
“Yi... kemana aja sih ? hmmm.... ini pacarnya ya? Tanya temannya sambil lirik wajah ku yang agak lumayan ini.
“ Eh iya.. kenalin , nih teman SMA aku dulu. “
“ Hai... kenalin aku Aris“ sambil berjabat tangan dengan teman-teman Ayi.
“ Meri”
“Adit”
“Weni”
Yang lain pada kemana ya ?”  Kata Ayi
“Nyasar kali yi. “ jawab adit seadanya.
Yi, kamu punya pulsa gak ? Coba telpon donk , mana tahu masih hidup tuh orang, heehhe, kata weni sambil menampakkan kegembiraan setelah mandi laut di pantai gandoriah ini.
Pantai gandoriah ini memang terkenal di sumatera barat karna pantai ini sudah dijadikan salah satu objek wisata di sumatra barat, banyak pengunjung diberbagai kota mengunjungi tempat ini, selain laut dan pantainya bersih masyarakatnya pun ramah tamah. Apalagi masyarakat pariaman ini mengadakan tabuik ( sebuah tradisi yang diperingatkan pada 1 muharrram)  banyak sekali pengunjung, bahkan orang luar negeri pun datang untuk menonton acara tabuik  tersebut.
“ Nih , Telpon lah, “  jawab ayi sambil menyodorkan handphone nya kepada adit.
“ halllow... Asril.. kamu lagi dimana ? “
“ Nih lagi beli pop ice dekat masjid nurul huda ma taupik”
“Dekat mana sih? Kami lagi di depan mesjid nih , ntar kamu kesini ya ? Oh iya pesan pop ice 5 lagi iya rasa coklat aja semuanya“ sambil tutup telpon.
“Gimana sambil nunggu teman-teman yang lain ,kita shalat  maghrib dulu ?” sahut Ayi
“Ayo...yuk”
Semuanya segera bergegas kemesjid untuk melaksanakan perintah Allah Swt yaitu shalat maghrib, setelah selesai shalat kami berkumpul lagi ditempat tadi.
Tak lama kemudian asril dan taupik datang  dengan membawa pop ice yang sudah dipesan oleh weni.
“Pik ,, kenalin nih teman aku waktu SMA ,” kata Ayi
“Hai..” sambil berjabat tangan dengan kedua teman baru.
“Dah lama nih nunggu nya ? Kata asril
“Udah tahunan kami nunggu sini, kirain  kalian berdua udah ditelan ombak.,” kata Weni sambil bercanda.
“Bukan ditelan ombak sayang, tapi aku terperangkap dalam hatimu, sehingga lama keluarnya,, abis nya sih dalam hatimu nyaman bangat.. heehee.” Balas Taupik dengan gombalan yang membuat kami semuanya tertawa.
“haahaahaa” semuanya tertawa.
Dalam senyuman dan canda tawa teman-teman ayi aku jadi teringat waktu aku SMA dulu, aku dan teman-teman sering sekali bercanda seperti ini. Bahkan teman-teman ku itu sudah aku anggap seperti keluarga sendiri. Sebenarnya aku sangat iri sama ayi yang selalu ceria dan dapat teman-teman yang lucu-lucu. Sementara aku sewaktu tamat SMA aku jalani hidup dengan serius dan larut dalam kesepian. Seandainya dia jadi pacar aku , gimana ya? Wah pasti bahagia terus nih, gumamku dalam hati sambil memperhatiin senyuman manis nya.
“Hmm.. abis ini kalian mau kemana? Kata ku sambil menetralisirkan keadaan.
“rancananya sih mau mutar-mutar.  Disini ada jalan yang bersih dan mulus gak ris? Jwaab meri yang dari tadi dia ikut-ikutan ketawa aja.
Kalau disini jalannya gak ada yang mulus  mer.. semuanya Cuma aspal doank kok.
“Heeehee” pasti ada deh.”
“Mangnya kamu tau jalan yang mulus disini mer,”tanya  asril
“Aku tahu kok, tuh jalan menuju hati si Aris”  jawab meri dengan rayuan gombalnya.
 “Ih..apa-apaan sih mer.. “ kata ayi sambil megang kepala meri
“HaaHaa”. Akhirnya semuanya tertawa lagi
“Gimana kalau kita bakar ban di pantai itu, sambil nikmatin suasana yang cerah ini. kata ayi
“Ok..deh..”
Aris ma asril cariin ban dan bensin di bengkel situ ya? Tempat kita sering curi ban dulu,, heehheh” . kata ayi.
“OK deh, tunggguin aja ya di tempat biasa.
“ oh, Ril tunggu bentar ya aku jemput motor dulu ya?
“Ok bro,”
Dengan membawa motor mio ku yang berwarna hijau ini kami pun cari ban di bengkel yang sudah dikasih tahu oleh ayi. Sementara itu ayi dan teman-teman lain cari tempat duduk dan mengumpulkan kayu-kayu sisa orang jualan untuk dibakar nantinya.  Tak lama kemudian ban dan bensin sudah dibeli dan kami pun balik kepantai itu.
“Ok guys... “ sambil melempar ban didepan teman-teman.
Dikejauhan aku melihat Ayi hanya termenung sendiri menanti demburan ombak yang sekan menghantam wajah yang cantik itu. Perlahan langkah ini mendekati dia,
“Hei... kayu bakarnya udah siap tuh  sama ban sekalian”
“iya... Aris masih ingat gak ? dulu setiap malam minggu kita sering duduk-duduk bercerita ” kata ayi sambil menundukkan kepalanya.
Mungkin dia merasa sedih dan kangen bangat sama teman-teman sekelas ku, dan aku pun merasa seperti itu.
“ aku selalu ingat tempat ini, di sini adalah memory yang penuh dengan kenangan sama teman-teman kita “
“ Bukan itu maksud ku ris, “ 
“Lalu maksud nya apa ?” sambil memegang bahu kanannya.
“ Eh... gak ada ris, mungkin itu udah lama sekarang udah beda”
“Ayi ini kok linglung kayak gitu sih ? kayak orang kebingungan aja”
“Entahlah ris, lupain aja deh” sahutnya sambil melangkah kearah teman-teman yang udah mulai bakar ban.
                Aku merasa ada yang beda sama ayi, kenapa dia gak ceria lagi kayak tadi ya ? apa mungkin karna dia ada masalah , kemudian dia pengen curhat sama aku tadi . atau mungkin ada yang diomongin yang sangat penting sama aku tadi. Lalu aku kejar dia dan memanggilnya.
“Ayi....ayi...ayii....”
“Apa ris ?”
“Tadi tuh aku penasaran bangat, kamu ada masalah iya ? Ceritain donk ma aku biar cepat selesainya”
Sambil senyum dia menjawab “ Ris, lupain aja itu kata ayi, gak usah dibahas lagi deh, sekarang kita lagi sama teman-teman gak enak loh kalau kita berdua disini sementara yang lain disitu.”
“Oke .. deh , tapi janji harus bilang nanti,”
“Ok.. “ sambiil merangkul bahu ku dan kami segera ke tempat teman-teman yang sedang bakar ban tadi .
Malam ini sudah menunjukkan sudah pukul 20:00 wib ,  api yang sedari tadi menyala itu membuat suasana sangat meriang dan bahagia dan senyum canda tawa terus  teman-teman itu terobati juga setelah dua tahun silam walaupun tidak se akrab teman lama, mungkin karna baru ketemu, jadi saling jaga perasaan mungkin masih ada.
Dalam hati berkata kepada Allah “ ya Allah sudah terlalu banyak engkau berikan nikmat yang engkau berikan padaku, aku dangat bahagia ketemu sama Ayi dan juga teman baru ku, Ya allah aku ingin selamanya seperti ini ya Allah,” gumam dalam hati dengan sebait doa yang mungkin angin malam dan api yang menyala ini meng-amini doa ku lagi pada malam ini , seperti sore tadi .
Sebuah kilauan kamera mengejutkanku dalam lamunan yang sengaja memotret aku yang lagi melamun, didepan api unggun itu kulihat Ayi menatap aku seakan penuh perhatian dan menampakkan senyuman yang masih membekas diwajahnya karna candan teman-teman lain. Dalam hati aku berkata lagi “ seandainya dia jadi milikku pasti aku bahagia deh , kalau aku nyatakan cintaku sama dia gimana ya? Dinyatakan gak iya? Kalau dia tolak  gimana?“ hatiku bertanya-tanya dengan tidak pasti. Lalu aku dekati dia,
“lihat-lihat apa sih dari tadi ? “
“Cuma liat kapal-kapal doank”
Dalam hati ku berkata lagi” kirain liat aku , eh ternyata bukan aku yang dilihat tapi kapal-kapal yang ada dilaut yang diperhatiin dari tadi,  udah ke-GR-an jadinya deh”,
Udah jam berapa ris ?”
“Udah jam 20;30 wib” 
Mangnya kenapa yi?
Aku mau balik lagi ris kepadang,
Mangnya malam ini juga iya baliknya ?
Iya, lagian kan kita kan rame? Aris kepan kepadang?
Besok aja, tapi boleh gak minta waktu ayi sebentar aja, ada yang mau aku omongin nih ma kamu,
Hmm gimana ya? Yaudah deh tapi jangan lama-lama ya?
Sipp.. yuk kita duduk disitu yuk? Sambil nunjuk kearah tepi pantai
Semuanya kami kesitu dulu ya? Tunggu sebentar ada urusan bisnis dikit ,, heehhee “ kata ayi dengan candaan nya .
“Mangnya ada apa sih ris ? “
Entah kenapa pertanyaannya itu rangkaian kata yang sudah terstruktur dalam benakku abis ditelan oleh pertnyaannya, aku hanya bisa jawab dengan perlahan dan itupun gugup,
“Ngg....ngg..gaak ada yi.. cum..Cuma liat-liat kapal doank”  jawabku  dengan terbata-bata
“Oh...indah iya ? kalau nantinya aku punya suami , aku pengen ngajak suami ku untuk memancing dilaut, kalau kamu gimana ris ? “
“ Aku juga pengen ngajak istriku ikut aku memancing ketika malam hari dan ketika pagi hari kami menikmati sinar matahari dan sejuknya angin, bagi ku alam yang cerah seperti itu adalaah kedamaian bagiku”.
“apa kah itu akan kamu buktikan nantinya jika ada seseorang yang sangat cinta sama kamu ?
“Insyallah aku janji, “
“aku percaya kok, soalnya kamu hampir gak pernah ingkar janji”
“Yi... boleh aku katakan sesuatu sama kamu gak?
“ eh bodoh bangat nih si aris... iya ngomong aja lah selagi ada ayi disini, ntar nyesal loh kalau aku dah pergi”
Hati ku deg-degan jadinya antara diterima atau ditolak, “Ya tuhan tolong hambamu ini ya Allah, hamba sangat mencintainya, lancarkanlah lidah ini untuk bicara, kuatkanlah hati ini untuk menyentuh hatinya ya allah, “ doa ku dalam hati .
“Yi.... aku udah kenal kamu sewaktu SMA baik itu sifat, sikap, dan perbuatan . sekarang aku kenal kamu masih sperti yang dulu, tapi ada sesuatu yang menyatakan bahwa ada yang beda dalam diri ayi. “
“emanganya apa tuh ?”
“a...aku... oh.. gimana ya,,? Hmmm... gak ada yi ... kata ku penuh gugup dan keringat diwajahku mulai bercucuran.
Ya allah ya robbi.... kalau Cuma bilang gak ada kok mesti gugup gitu ? “ katanya sambil memandang dengan penuh keheranan.
Aku hanya diam dengan kepala tertunduk karna tidak danggup melihat matanya yang meantang mataku. Rangkaian kata yang tadinya aku rangkum dalam pikiran kini hilang lenyap ditelan oleh ketidakberanian.
“Ya udah kalau gak mau ngasih tau, ntar aja ya ? aku mau balik lagi. Lagian sekarang udah jam 21;35 nih waktunya untuk pulang, sambungnya lagi sambil melangkah.
“ Ayi... aku bukan bermaksud lancang sama kamu, tapi aku hanya menyampaiakn aku yang aku alami selama ini,
Yi,,,Tuhan memberi Ilham kepada saya yaitu suatu Rasa yang sangat istimewa , sebenarnya aku ingin memendam Rasa ini tapi Rasa yang dalam hati ini terus mendesak dan memaksaku supaya bilang AKU CINTA KAMU SELAMANYA...!!”
Dalam wajah yang tadinya ceria kini berubah jadi serius, dia hanya diam tanpa komentar  .
“Aku yakin kamu pasti tidak terima perkataaan ku ini, tapi satu hal yang harus kamu ketahui yaitu rasa ini bukan buatanku sendiri tapi Allah yang memberikan aku cahaya untuk  menyatakan dan menjalin hubungan sebagaimana yang allah berikan cahaya itu”.
Sekarang maukah kamu jadi pendamping hidupku dan ibu ddari anak-anakku nanti ?” tanya ku dengan penuh harap.
“ aku heran dan kecewa bangat sama kamu ris”
Mendengar perkataan ayi tadi jantung yang tadinya bunyi deg-degan sekarng berubah booomm...boooom.. seperti ada nuklir yang meledak dalam hati ku. Ingin rasanya aku tertidur pules dalam kamar mendengar perkataan ayi tadi. Setelah beberapa detik  kemudian dia pegang bahu ku sambil menangis dan berkata ,
“ aku sangat benci sama kamu, kamu emang gak berperasaan ya..!!!” kenapa sih waktu itu kamu lebih memilih Desi dari pada aku, ? kamu tahu gak sampai sekarang aku masih menunggu sesorang yang sangat aku cintai yaitu kamu ris “ 
Tanpa pikir panjang aku langsung memeluk dia dengan erat dan diapun memelukku dengan erat.



Selesai...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar